[ ] Phone : (022) 278 5154 | [ ] Mobile : 082 128 575 785

Wisata Desa Kokoan Bali, Berwisata Bersama Koloni Bangau

JAVAWISATA.COM
Adalah travel agency terpercaya dan sudah berpengalaman menangani ratusan tour / perjalanan wisata keluarga, instansi swasta, BUMD, BUMN untuk perjalanan wisata baik dalam maupun luar negeri

Wisata Desa Kokoan Bali, Berwisata Bersama Koloni Bangau

Bagi yang ingin suasana liburan tak biasa dalam paket wisata Bali, bisa mencoba jenis wisata yang satu ini. Namanya wisata Desa Kokoan Bali. Bukan nama sebenarnya dari desa ini, namun kemudian lebih dikenal sebagai Desa Kokoan dibandingkan dengan nama aslinya, yaitu Desa Petulu.

Di Desa Kokoan wisatawan dapat merasakan pengalaman berada dalam lingkungan tinggal penduduk yang menyatu dengan habitat kokoan. Di sana merupakan contoh yang sangat baik hidup harmonis antara manusia dengan alam liar. Bagi yang belum mengetahui, burung kokoan dalam bahasa Indonesia disebut juga burung bangau, atau ada juga yang biasa menyebutnya burung ibis.

Lokasi dan Tiket Masuk Wisata Desa Kokoan Bali

Seperti yang sudah disebut di atas lokasinya adalah Desa Petulu, Kecamatan Ubud, Gianyar. Dari Denpasar kira-kira berjarak 25 km dan dapat ditempuh menggunakan mobil selama kurang lebih 1 jam. Sedangkan apabila berangkat dari pusat Ubud, desa Kokoan hanya berjarak 2,8 km dengan ditempuh kira-kira 10 menit.

Berkendara di sana dan melihat burung-burung Kokoan bersarang berkoloni di pohon-pohon, cukup membayar Rp20.000,- per orang. Begitu memasuki desa pun sudah akan terlihat melihat burung-burung itu berkoloni di sana. Fasilitas dasar wisata juga cukup baik seperti kamar mandi, area parkir, penginapan dan tempat peristirahatan sudah tersedia cukup baik.

Keunikan Wisata Desa Kokoan Bali

Desa Kokoan di Bali ini sangat unik dibandingkan dengan yang tempat wisata lain, kaena menyuguhkan hal yang tidak biasa. Tak hanya di Bali, bahkan di belahan dunia lain pun, jarang bisa ditemui tempat wisata yang seperti ini. Berikut adalah daftar keunikan dari desa wisata ini:

1. Burung Kokoan dan Manusia Hidup Berdampingan

Seperti yang sudah digambarkan sebelumnya bahwa di tempat wisata Desa Kokoan Bali ini burung kokoan dan manusia hidup berdampingan tanpa ada saling mengganggu. Burung-burung ini dengan bebas berada di pohon-pohon warga maupun di sekitaran wilayah desa ini.

Apabila ingin melihat koloni-koloni itu dengan jumlah yang banyak datanglah sekitar pukul 5 sore hingga matahari terbenam. Sekitaran waktu itu burung-burung itu pulang ke sarang.

2. Kepercayaan Masyarakat Tentang Burung Kokoan

Apa yang menyebabkan burung Kokoan bisa hidup berdampingan dengan manusia? Ternyata masyarakat di desa ini memiliki kepercayaan bahwa burung kokoan ini tidak boleh diburu dan diganggu.

Mereka percaya bahwa burung-burung itu adalah pengawal Ida Betara, salah satu dewa dalam kepercayaan Hindu. Bila mengganggu burung-burung ini, maka akan mendapat celaka. Sebaiknya saat di sana para wisatawan juga harus menghormati kepercayaan tersebut dan tidak merusak serta menganggangu burung-burung kokoan yang ada.

3. Burung Kokoan Bertelur

Apabila ingin bertemu dengan burung kokoan yang banyak, maka datanglah pada saat burung-burung kokoan bertelur dan membuat sarang. Proses tersebut terjadi pada bulan November hingga bulan Maret.

4. Anak-anak Burung Kokoan Mulai Belajar Terbang

Bertelur semenjak bulan November hingga Maret, maka pada bulan April anak-anak burung pun siap untuk mulai belajar terbang. Pada bulan ini bila berkunjung ke Desa Kokoan Bali akan menyaksikan bagaimana anak-anak kokoan belajar terbang. Sungguh sangat menggemaskan sekaligus mengagumkan.

5. Suasana Desa Agraris yang Indah

Selain melihat koloni burung Kokoan, di sini juga bisa menikmati suasana desa agraris dengan pemandangan persawahan dan perbukitan. Pertanian yang ditata dengan rapi, suasana petani membajak sawah, serta hamparan sawah luas, adalah pemandangan yang kian langka belakangan ini.

Keunikan yang ditawarkan membuat wisata Desa Kokoan Bali ini layak untuk dimasukkan dalam agenda. Konsistensi masyarakat desa dalam menjaga kohabitasi dengan alam pun patut untuk diapresiasi. Sebuah contoh langka yang perlu diterapkan oleh semua umat manusia pada bumi yang sudah semakin tua.

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

Testimoni Pelanggan Java Wisata

Bpk Harisman
Bpk HarismanSurabaya
Read More
Alhamdulillah tour berjalan lancar, overall kami puas dengan pelayanannya..Saya akan rekomendasikan ke teman..Insha Allah next time kalo ada rejeki pengen lagi, klo bisa GP Thailand.
Ibu Ayu
Ibu Ayu Bandung
Read More
Pelayanan Java Wisata buat kerjasama pertama kali bisa sy nilai memuaskan, Malah sdh ada yg tanya dari Sumedang, katanya mau ke Bali/Thailand buat bendahara2 puskesmas, nanti sy kasih kontak bpk.
Amelia
Amelia Jakarta
Read More
Kita Puas Banget, Klo boleh dibilang beda banget sama terakhir qt pake agent lain pas ke Singapore bln kmrn. Heheh..mudah2n bs memperpanjang silaturahmi sama Java Wisata ya mas..
Previous
Next

Best Deal Java Wisata 2019

tour thailand murah

Promo Paket Tour Thailand 
Fasilitas Lengkap ( Hotel, Tour, Makan, Guide )
Minimal daftar 2 orang dewasa
Bisa Berangkat kapan aja ( Daily Departure )

tour malaysia murah

Promo Paket Tour Malaysia 
Fasilitas Lengkap ( Hotel, Tour, Guide )
Minimal daftar 2 orang dewasa
Bisa Berangkat kapan aja ( Daily Departure )

Promo Paket Tour Bandung 
Fasilitas Lengkap ( Transport, Tour, Tiket )
Minimal daftar 2 orang dewasa
Bisa Berangkat kapan aja ( Daily Departure )

 

tour promo singapore

Promo Paket Tour Singapore
Fasilitas Lengkap ( Hotel, Transport, Tour, )
Minimal daftar 2 orang dewasa
Bisa Berangkat kapan aja ( Daily Departure )

 

Close Menu
Call : 0222785154
Chat Whatsapp